Email Dapat Menjadi Pemicu Stroke

Posted by Madie Zha on Monday, December 5, 2011

Di kalangan pengguna internet, e-mail adalah sarana aktivitas online yang tidak asing lagi, baik yang menggunakannya hanya sebagai alat komunikasi atau sebagai bagian dari pekerjaan. E-mail begitu besar manfaatnya, karena E-mail adalah sarana komunikasi yang mudah diakses dan sangat hemat serta cepat, hanya dalam hitungan detik seseorang sudah dapat menerima dan mengirim e-mail keseluruh penjuru dunia ini. Disamping manfaat yang sangat besar, ternyata e-mail juga bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan, terutama e-mail yang isinya tentang hal-hal yang menakutkan atau yang mengejutkan.

Menurut sebuah penelitian, e-mail yang berisi ancaman, peringatan keras dan sejenisnya, bisa menimbulkan stress dan meningkatnya tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh ketakutan atau tekanan luar biasa yang menyebabkan seseorang tak tenang, karena diliputi oleh ketegangan dan kecemasan, yang akhirnya berujung pada seringnya mengalami sakit kepala, mudah marah dan lelah.

Akibat terburuk dari ketegangan yang luar biasa tersebut akan meningkatkan tekanan darah, dan resiko terkena serangan jantung akan makin meningkat. Disamping hal tersebut, naiknya tekanan darah, berarti akan menaikkan kadar kolestrol dalam darah, kondisi ini yang membuat pembuluh arteri tersumbat, sehingga penderitanya rentan terhadap Stroke.

Penyataan ini didukung sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti dari Buckinghamshire Chilterns University College, Inggris, dimana mereka memasang alat yang bisa memonitor tekanan darah karyawan di sebuah perusahaan sebelum mereka membuka surat-surat yang masuk dalam inbox.

Dan hasilnya sungguh di luar dugaan, tekanan darah mereka melonjak drastis begitu mereka tahu ada e-mail yang berasal dari atasan mereka, apalagi setelah dibuka e-mail tersebut ternyata bernada peringatan, kritikan atau ancaman. Bahkan ditemukan seorang karyawan yang sangat ketakutan saat menerima e-mail dari atasannya, setelah ia cuti selama dua minggu.

Dari bukti-bukti penelitian tersebut, jelas menunjukkan kekuatan dari kata-kata yang buruk (ancaman, peringatan keras bahkan makian) dalam e-mail dapat memicu perubahan fisik penerimanya, apalagi bagi orang yang mempunyai mental yang labil atau kesehatan sedang terganggu.

Dalam bentuk apapun, sesungguhnya e-mail bukanlah sesuatu yang menakutkan, apabila kondisi kita benar-benar sehat, karena tekanan darah juga tergantung pada aktivitas tubuh yaitu berolah raga.

Berapa jam Anda melakukan olah raga setiap harinya sebelum duduk berjam-jam di depan komputer? itu yang harus Anda ingat! karena dengan berolah raga akan membuat otot wajah menjadi rileks dan meningkatkan kekebalan guna menghindari dari berbagai macam serangan penyakit. Berolah raga juga akan merangsang pengeluaran endorfin, seretonin dan melantonin yang membuat perasaan menjadi tenang, tentram dan nyaman saat menghadapi tekanan apapun.

Walaupun ada seorang psikolog yang mengatakan ‘E-mail bukan lagi sebagai sarana pendukung sosial, tetapi lebih sebagai sumber stress’ akan tetapi e-mail sudah menjadi bagian dari kebutuhan utama saat ini. Karena itu kita semua pasti percaya, e-mail lebih banyak memiliki manfaat daripada pengaruh negatifnya. Dan ini semua kita kembalikan kepada diri kita sendiri.

Sumber Bacaan : http://www.doktertomi.com/2006/04/13/email-dapat-menjadi-faktor-pemicu-stroke/

.:: 0 comments .:. add Comment ::.

Post a Comment

m4d13_Blog